Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kemurnian Al-Qur’an dan kualitas pembelajaran Qurani, Yayasan Pendidikan Ulul Albab kembali mengukuhkan perannya sebagai lembaga pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Pengambilan Sanad Tuhfatul Athfal Jilid 2 bagi para Guru Quran SIT Ulul Albab Tarakan.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 25, 27, dan 28 Desember 2025, bertepatan dengan waktu libur semester, sehingga para guru dapat fokus mendalami ilmu tanpa mengganggu aktivitas belajar-mengajar peserta didik. Dari 20 guru yang mendaftar, sebanyak 17 peserta dinyatakan diterima, terdiri dari 11 Ustadzah dan 6 Ustadz yang telah memenuhi kualifikasi dan standar kelayakan keilmuan.
Sanad: Legalitas Ilmu yang Bersambung
Sanad Tuhfatul Athfal memiliki keistimewaan yang sangat besar. Sanad ini merupakan legalitas keilmuan bertaraf internasional, sekaligus bukti bahwa pembelajaran Al-Qur’an yang ditempuh bersambung secara langsung kepada para masyaikh, ulama, dan guru-guru Al-Qur’an hingga Rasulullah ﷺ. Dengan sanad ini, keilmuan yang diajarkan tidak hanya sahih secara bacaan, tetapi juga terjaga secara metodologi dan adab keilmuan.
Perhatian besar Yayasan Pendidikan Ulul Albab terhadap Al-Qur’an bukan tanpa alasan. Qur’anic value merupakan salah satu DNA utama Yayasan, yang menjadi ruh dalam setiap lini pendidikan. Melalui pengambilan sanad ini, Yayasan ingin memastikan bahwa sumber pembelajaran Al-Qur’an di sekolah-sekolah Ulul Albab jelas, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan spiritual.
Para peserta yang telah menyelesaikan proses ini kini resmi memiliki ijazah sanad Tuhfatul Athfal, yang tidak hanya menjadi kehormatan pribadi, tetapi juga amanah keilmuan. Dengan sanad tersebut, para guru telah memiliki kewenangan untuk mengajarkan dan memberikan sanad kepada peserta didik atau masyarakat yang memenuhi syarat.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa SIT Ulul Albab Tarakan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Ulul Albab terus berupaya menghadirkan pendidikan Qurani yang berkualitas, berakar kuat pada tradisi keilmuan Islam, dan relevan dengan kebutuhan umat masa kini.
Semoga langkah ini menjadi wasilah lahirnya generasi Qurani yang tidak hanya cakap membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami nilai, adab, dan sanad keilmuannya secara utuh.
Tinggalkan Komentar